Menyedihkan, 23 Gajah Sumatera Ditemukan Mati Mengenaskan Selama Tahun 2014
Credit by: Ilustrasi Gajah Yang Mati di Riau (Ist)

Riau, PINews.com - Kabar memilukan datang dari Taman Nesso Lino di wilayah Riau. Saat ini jumlah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) disana diperkirakan hanya tinggal berjumlah 78 ekor. Hal ini tidak lain akibat matinya puluhan Gajah dalam 2 tahun terakhir, bahkan ditahun ini saja sudah 23 Gajah mati dengan kondisi yang mengenaskan.

Temuan ini disampaikan oleh lembaga swadaya masyarakat World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Wilayah Riau. Humas WWF Raiu, Syamsidar mengungkapkan jumlah kematian gajah tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Pada 2013, ditemukan 15 bangkai gajah, sebagian besar berada di kawasan konsesi HTI," kata Syamsidar, seperti dialansir kantor berita Antara.

Untuk gajah yang mati ditahun ini sebagian besar ditemukan mati ditemukan mati di kawasan konsesi akasia berdekatan dengan Taman Nasional Tesso Nilo. Sementara itu, ada juga yang mati di sekitar wilayah HTI seperti PT Arara Abadi yang merupakan perusahaan pendistribusi bahan mentah (kayu) ke PT Indah Kiat Pulp and Paper, anak perusahaan Sinar Mas Grup.

Adanya temuan ini tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah Joko Widodo. Hingga saat ini saja belum jelas siapa yang harus bertanggung jawab terkait kematian puluhan Gajah ini. Tentu kita tidak mau Gajah Sumatera hanya menjadi kenangan karena terus dibunuh akibat dianggap merusah lahan hutan. Gajah tidaklah salah, justru manusia yang salah karena habitat Gajah mereka kuasai untuk disulap menjadi area industri.

Presiden Joko Widodo sejak kampanye pilpres memang belum menunjukkan keseriusan berarti terkait masalah pelestarian lingkungan. Ini sudah tugas masyarakat juga untuk terus mendesak pemerintah bertindak secara tegas bagi siapa saja yang dengan jelas menghalalkan segala cara untuk meneruk keuntungan, termasuk membantai makhluk tidak berdosa seperti Gajah.

Editor: RI