Kedua Pasangan Capres-Cawapres Belum Sentuh Isu Kehutanan
Credit by: Capres Prabowo dan Capres Joko Widodo (Ist)

Jakarta, PINews.com - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Perkumpulan Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat (Huma) menyatakan isu sektor kehutanan masih minim dikupas oleh kedua calon presiden yang sedang berkampanye yakni pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Kedua calon presiden saling berlomba memaparkan visi misinya. Namun sayangnya isu hutan masih minim dikupas," kata Koordinator Eksekutif Huma, Andiko seperti dilansir kantor berita Antara.

Andiko mencontohkan, sebagai pulau terpadat penduduknya di Indonesia, ternyata Pulau Jawa hanya memiliki luasan hutan sebesar 3,38 persen dari seluruh kawasan hutan di Indonesia. Dari luasan sekitar 2,4 juta hektare itu, ujar dia, sebesar 85,37 persen pengelolaannya dipegang oleh Perum Perhutani.

"Penguasaan hutan oleh Perhutani ini juga diiringi dengan meningkatnya krisis ekologis di Pulau Jawa. Luas tutupan hutan dari tahun ke tahun," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 123 titik DAS (Daerah Aliran Sungai) dan Sub-DAS terganggu akibat degradasi dan deforestasi hutan yang menambah potensi ancaman bencana.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu (18/6) mengatakan pemerintah berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun 2020 dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan kerja sama internasional, sebagai upaya mengatasi dampak perubahan iklim.

Menurut dia, sejumlah langkah yang telah dilakukan Kementerian Kehutanan antara lain penundaan izin baru konversi hutan alam primer dan lahan gambut, memberantas illegal logging dan perdagangan kayu ilegal.

Selain itu, lanjutnya, menyelesaikan tenurial lahan hutan melalui pemberian akses legal ke pemanfaatan hutan melalui Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa.

Kemudian mencegah kebakaran dan merehabilitasi hutan dan lahan rusak melalui pembangunan kebun bibin rakyat, persemaian permanen dan Gerakan Menanam 1 miliar pohon.

Zulkifli menyatakan, dengan upaya tersebut lajur deforestasi dapat diturunkan dari 3,5 juta ha/tahun pada 1998-2002 menjadi 450 ribu ha selama 2009-2012. Sedangkan gerakan menanam dan memelihara pohon telah merealisasikan penanaman pohon sebanyak 1,3--1,5 miliar pohon selama 2010--2013.

 

Sumber : Antara

Editor: Rio Indrawan