Karena Kilang Setitik Rusak Prestasi Nicke Sebelanga
Credit by: Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina (Foto/Ist))

JAKARTA, PINews.com - Nicke Widyawati termasuk CEO Pertamina yang moncer.  Dia terbilang lama menduduki jabatan yang kerap diasosiasikan sebagai  kursi panas  tersebut. Meski beberapa kali berhembus khabar mau diganti wanita kelahiran Tasikmalaya  25 Desember 1967  tetap bertahan sampai sekarang. Hampir empat tahun sudah , dia mejabat sebagai orang nomor satu di BUMN energi terintegrasi tersebut. Nicke awalnya didapuk sebagai sebagai Plt Dirut pada 19 April 2018 kemudian dikukukuhkan sebagai Direktur Utama atau CEO definitif pada 30 Agustus 2018.

Sebelum menduduki kursi Dirut Pertamina, Nicke Widyawati sempat menjabat sebagai Direktur SDM Pertamina pada 2017. Lalu setahun berselang, wanita ini memegang posisi Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina pada 2018. Tak mustahil dia akan memecahkan rekor pendahulunya, sesama CEO perempuan Karen Agustiawan yang menjabat sebagai Direktur  Utama Pertamina dari 5 Februari 2009 sampai 1 Oktober 2014. 

Setelah era reformasi, selain Nicke dan Karen, CEO lain tak pernah lama menduduki jabatan tersebut. Rata-rata kurang  dari tiga tahun ,  Martiono Hadianto   ( 7 Desember 1998- 8 Februari 2000),  Widya Purnama hanya dua tahun (11 Agustus 2004-8 Maret 2006),  Arie Soemarno ( 8 Maret 2006- 5 Februari 2009),  Dwi Soetjipto  (28 November 2014-3 Februari 2017). Bahkan Dirut yang digantikan Nicke,  Elia Massa Manik hanya menjabat satu tahun (16 Maret 2017- 19 April 2018)

Tak hanya diakui di dalam negeri, reputasi Nicke juga memantul ke mancanegara. Dia masuk dalam  100 perempuan paling powerful di dunia versi  Forber 2020. Dia berada di posisi 25, mengalahkan Ratu Elizabeth II yang berada di posisi jauh darinya yakni 46 sebagai wanita berpengaruh. Nicke juga mengalahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Mantan Direktur World Bank itu berada di posisi ke-78.

Nicke Widyawati juga ditetapkan menjadi salah satu wanita paling berpengaruh di dunia pada 2020 oleh Fortune. Dalam laporan bertajuk Most Powerful Women International, Fortune menempatkan Nicke di urutan 16 wanita paling berpengaruh sejagat 2020. Mereka mengatakan Nicke memimpin sebuah perusahaan berpendapatan lebih dari US$54,6 miliar dan membawahi 32 ribu karyawan.

Apa boleh buat , catatan  mengkilap itu kini ternoda persoalan kilang yang datang bertubi. Dimulai dari kebakaran kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Kebakaran pada Senin (29/3) dini hari tersebut sempat membuat geger karena besarnya skala kebakaran. Api baru bisa dipadamkan pada Rabu (31/3) dini hari.

Belum tuntas kasus kebakaran Balongan, kebakaran lainnya terjadi di Komplek Kilang Paracilin PT Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah, sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat (11/6).
Kecelakaan terjadi di salah satu bundwall tangki penyimpanan di area kilang Cilacap.

Yang paling mutakhir, kebakaran di Refinery Unit (RU) IV Cilacap Tangki 36T-102  pada Sabtu 13 November. Tagki yang ter berisi komponen Pertalite sebanyak 31.000 kiloliter, di Lomanis, Cilacap Tengah.

Selain kebakaran, yang paling menohok Nicke adalah teguran terbuka Presiden Jokowi soal keterlambatan pembangunan Kilang Tuban dan Proyek TPPI. Presiden Joko Widodo akhir pekan lalu  memuntahkan kegusarannya secara terbuka karena Pertamina dianggap lelet menyelesaikan Proyek Kilang Tuban dan proyek petrokimia PT TPPI.  Alasan mendasar proyek ini tertahan, menurut Jokowi, karena budaya bisnis yang dijalankan Pertamina tidak pernah berubah,  hanya mengerjakan proyek sesuai rutinitas saja. " Problemnya comfort zone, zona nyaman, zona rutinitas itu yang ingin kita hilangkan. Masih senang dengan comfort zone, udah gak bisa lagi," tuturnya.

Pertamina juga dinilai kurang berani melakukan terobosan. Seperti kasus TPPI, alasan yang diungkapkan berputar di situ-situ saja, “ Waktu saya ke sana yang terakhir, Bu Dirut cerita itu ya saya bentak itu karena memang benar, diceritain hal yang sama gitu lho," ungkapnya. "Saya nggak mau dengar cerita itu lagi, saya sudah dengar dari cerita dirut-dirut sebelumnya. Saya blak-blakan, memang biasa," kata Jokowi melampiaskan kekesalannya. 

Sementara itu, Mulyanti Anggota Komisi VII DPR RI, mengungkapkan persoalan kilang yang dialami oleh Pertamina memang harus direspon secara serius. Apalagi jika kebakaran di komplek kilang kerap kali terjadi. Menurut dia jika kasus-kasus di komplek kilang terus terjadi sama saja Dirut Pertamina tidak mampu menjaga aset negara.

“Ya bisa dikatakan demikian (gagal jaga aset negara).  Ini kan aset strategis,” ungkap Mulyanto beberapa hari lalu.

Menurut dia Pertamina perlu melaksanakan audit secara menyeluruh kilang yang ada untuk dapat dipetakan kondisi masing-masing kilang,sehingga diketahui mana yang masih hijau, kuning, dan merah serta langkah mitigasinya. “Serta terpantau secara real time,” tegas Mulyanto.

Ibarat kata pepatah, “Karena nila setitik rusak susu sebelanga”,  “Karena kilang setitik , rusak prestasi Nicke sebelanga,”  

Mampukah Nicke bertahan ?

Editor: Alam