Rusia Investasikan US$ 20 Miliar Untuk Bangun Pembangkit Nuklir di Turki
Credit by: rosatom.ru

Jakarta-PINews.com- Rosatom, perusahaan pembangkit energi nuklir milik Rusia (BUMN-red) akan memulai pembangunan tahap awal pembangkit listrik nuklir (PLTN) di Turki. Kepastian pembangunan pembangkit nuklir di Turki tersebut setelah mendapatkan izin dari Otoritas Energi Atom Turki (Turkish Atomic Energi Authority/TAEK) kepada anak perusahaan Rosatom, Akkuyu  Nuclear JSC. PLTN yang dikerjakan Akkuyu merupakan Pembangkit listrik Nuklir pertama di Turki. Investasi yang dikeluarkan sebesar US$20 miliar dengan kapasitas terpasang 4,8 GW untuk masa kerja 60 tahun.

Izin yang didapatkan Akkuyu, masih sebatas LCP atau Limited Construction Permit, izin mendirikan terbatas. Namun dengan adanya izin yang dikeluarkan oleh otoritas nuklir Turki tersebut menjadi dasar dalam memulai pekerjaan konstruksi dan pemasangan di semua failitas pembangkit listrik tenaga nuklir, keculai bangunan bangunan penting untuk keselamatan nuklir.

“LCP merupakan langkah maju yang signifikan untuk pelaksanaan proyek yang dikerjakan Akkuyu. Tugas kami selanjutnya adalah mendapatkan lisensi konstruksi. Kami ingin memulai pembangunan seluruh rangkian bangunan dan struktur PLTN sedini mungkin. Kesesuian dengan semua standard keamanan nasional dan internasional tetap menjadio prioritas kami,” demikian disampaikan Yuriy Galanchuk, Chief Executive Officer Akkuyu Nucler JSC.

LCP sangat penting, lanjut Yuriy karena perusahaan yang dipimpinnya mengerjakan dari tahap perisapan hingga konstruksi di lokasi. Sementara bagian utama pekerjaan kontruksi tetap akan dilakukan oleh kontarktor lokal Turki.

Tahap selanjutnya, petugas dari divisi keselamatan nuklir TAEK, akan melanjutkan evaluasi mereka, memeriksa kemajuan pekerjaan di lokasi PLTN dan membuat laporan. Jika evaluasi yang dilakukan positif, izin kontriksi akan diberikan TAEK.

“ Itu (izin kontruksi) akan memungkinkan membangun semua bangunan PLTN dan pemasangan semua sistem tanpa batasan,” imbuhnya.

Ia berharap, lisensi kontruksi untuk pembangkit dengan investasi sebesar US$ 20 miliar tersebut bisa diperoleh pada semester pertama 2018. Dengan cepat mendapatkan izin konstruksi artinya pembangunan  secara komprehensif pembangkit dengan kapasitas 4,8 GW yang terdiri dari empat unit VVER-1200 (berdasarkan refernsi yang sudah ada di Rusia di Novovoronezh), bisa segera memberi kontribusi bagi kebutuhan energi di negara yang dipimpin Erdogan tersebut.

PLTN dengan masa kerja 60 tahun tersebut, merupakan proyek global pertama yang dikerjakan Rosatom dan anak perusahaannya melalui skema Build Own Operate (BOO). Ini merupakan model layanan terintegrasi dimana Rosatom menyediakan pembiayaan, rekayasa, konstruksi penyediaan bahan bakar, komisioning, pelatihan, operasi, pengelolaan limbah dan layanan dekomisioning dari PLTN.

Sementara Turki, menyediakan lokasi, memfailitasi dokumen dokumen yang diperlukan, menyediakan koneksi grid dan menjamin pembelian listrik. []

 

Editor: