ESDM Terbitkan Dua Rekomendasi izin Ekspor Nikel dan Bauksit
Credit by: www.esdm.go.id

Jakarta-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menerbitkan rekomendasi ekspor bijih nikel kadar rendah pada PT Ceria Nugraha Indotama dan ekspor bijih bauksit bagi PT Dinamika Sejahtera Mandiri. PT Dinamika Sejahtera Mandiri mendapatkan ekspor 2,7 juta ton selama satu tahun dengan melaporkan pembangunan smelter berkapasitas 7 juta ton di Kalimantan Barat (Kalbar). Sementara Ceria Nugraha Indotama mendapatkan rekomendasi sebanyak 2,3 juta ton selama setahun dengan kapasitas smelter 5 juta ton di Makassar.

Dengan demikian untuk komoditi nikel saat ini sudah ada tiga perusahaan yang mendapat izin ekspor nikel kadar rendah. Salah satunya PT Antam yang sudah melakukan pengapalan perdana dengan kapasitas 165.000 wet metric ton.

Sementara untuk komoditi bauksit sampai sekarang sudah ada dua perusahaan tambang yang mengantongi izin ekspor yakni PT Antam dan PT Dinamika Sejahtera Mandiri. Antam juga telah melakukan pengapalan perdana pada pertengahan bulan lalu. BUMN aneka tambang ini mendapat kontrak penjualan bauksit ke luar negeri sebesar 220 mwt. Sementara total kapasitas ekspor yang diizinkan sebanyak 850.000 wmt.

Seperti diketahui, dalam Pasal 9 dan 10 Permen ESDM No. 5/2017, nikel dengan kadar kurang dari 1,7% dan untuk komoditi bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) dengan kadar Al2O3 lebih dari atau sama dengan 42% digolongkan dalam mineral logam dengan kriteria khusus yang masih bisa diekspor. Pemegang IUP Operasi Produksi bauksit yang telah melakukan pencucian dan telah atau sedang membangun smelter bisa mengekspor komoditasnya maksimal lima tahun sejak peraturan ini terbit.

Editor: ES