
Jakarta, PINews.com - Harga BBM didesak untuk turun sehubungan dengan harga minyak yang masih anjlok, namun Pemerintah dan Pertamina kekeh untuk tidak menurunkan harga BBM dalam rangka mengganti kerugian Pertamina karena menjual harga BBM tidak sesuai dengan harga keekonomian.
Pertamina pun bersedia untuk diaudit oleh BPK terkait kerugian yang terus dijadikan sebagai tameng karena harga BBM yang tidak kunjung turun.
“Boleh saja selama ini kita diaudit juga dengan PLN segala macam pasti diaudit," papar Direktur Keuangan Pertamina Arif Budiman di Jakarta (5/10)
Namun demikian instruksi resmi dari DPR masih belum dikeluarkan untuk pemeriksaan.
Ketua BPK Harry Azhar Azis menjelaskan, soal harga keekonomian yang pas, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk ikut campur. Namun kalau untuk mengaudit kerugian, BPK bisa dilibatkan.
"Kalau kita disuruh memeriksa misalnya terkait dengan beban-beban usaha, siapa yang memperoleh keuntungan kalau banyak impor itu bisa kita periksa," kata Harry.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989

INDRAMAYU ,PINews.com - Penyandang disabilitas di Indramayu ternyata jumlahnya ribuan. Pada 2022, me