Pulau Sempu, Cagar Alam Yang Beralih Fungsi Jadi Tempat Wisata
Credit by: Konvensi Profauna bersama ratusan pecinta lingkungan (PIN)

Malang, PINews.com - Wilayah konservasi atau cagar alam tidak sepatutnya didatangi untuk sekedar bertamasya dan berlibur. Itu adalah pernyataan tegas dari para panelis yang hadir di dalam acara Konvensi Profauna di Putungsewu, Malang 15-17 Agustus 2015.

Dalam konvensi yang dihadiri ratusan penggiat lingkungan dari seluruh Indonesia ini terungkap bagaimana pengelolaan cagar alam di Indonesia masih sangat dibawah standar yang seharusnya.

“Salah satu kondisi nyata adalah Pulau Sempu di Malang, Pulau tersebut adalah cagar alam, tapi justru dimanfaatkan oknum untuk mengeruk keuntungan dengan membuka pulau untuk berwisata  yang akibatnya jelas mengancam kerusakan ekosistem di sana” kata Aris Ariyanto seorang aktivis lingkungan dari Jakarta saat ditemui portalindonesianews.com disela-sela acara.

Bahkan lebih menyedihkan lagi menurut Aris, oknum petugas cagar alam juga turut bermain dalam bisnis pariwisata yang dalam beberapa tahun ini memang sangat meningkat di Malang.

Aris menyayangkan kondisi ini sudah berlangsung dalam hitungan tahun, dan tidak banyak media memberitakan kondisi ini hanya blog dan tulisan pribadi para penggiat alam saja ataupun traveler yang justru lebih peduli.

“Keindahan Pulau Sempu memang menyihir siapa saja yang melihat, tapi pulau itu cagar alam, saya heran jarang media massa berskala nasional yang memberitakan kondisi saat ini,” tutur Aris.

Untuk diketahui, cagar alam seharusnya berada ditingkatan tertinggi dalam tatanan suatu wilayah konservasi. Jadi seharusnya memliki pengawasan paling ketat dari petugas.

Di Pulau Sempu sendiri banyak potensi flora dan fauna yang seharusnya dilindungi, antara lain yakni Wadang, Bendo kawasan hutan mangrove serta Fauna diantaranya Lutung Jawa, Kera Hitam, Kera Abu-Abu, Pantera atau Macan Kumbang, Kalajengking.

Dari pantauan tim portalindonesianews sendiri di pantai Sendang Biru, pintu masuk menuju pulau Sempu, memang masih banyak pengunjung atau wisatawan hilir mudik masuk keluar Pulau.

Sebenarnya potensi wisata di Sempu memang bisa dimanfaatkan hanya saja harus dikelola dengan profesional, para pengunjung harus selalu diawasi pergerakannya agar jangan sampai merusak tatanan lingkungan hutan selain itu harus ada larangan keras tidak perbolehkan menginap kecuali bagi para peneliti atau dengan tujuan pendidikan.

Editor: RI