Yuk Intip Kecantikan Gunung Lembu Yang Mulai Mencuri Perhatian
Credit by: Pemandangan spektakuler dari atas puncak Gunung Lembu (PIN)

Purwakarta, PINews.com - Indonesia memang tidak ada habisnya menyimpan rahasia keindahan. Rahasia itu bahkan letaknya ada di depan mata kita,belum terlalu terjamah dan tentunya masih cukup asri untuk didatangi.

Satu lagi sebuah destinasi wisata ditemukan di daerah Jawa Barat. Letaknya pun tidak terlalu jauh dari kawasan Ibu Kota Jakarta atau tepatnya di Purwakarta. Anda pasti mengira destinasi yang dimaksud adalah bendungan raksasa Jatiluhur yang diperuntukan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tebakan anda kali ini salah, karena wisata kali ini adalah sebuah Gunung.

Di Purwakarta ternyata terdapat beberapa Gunung eksotis yang tidak terlalu tinggi dan bisa dinikmati keindahannya dengan hanya memakan waktu sedikit. Tidak seperti Gunung-Gunung lain yang memerlukan waktu berhari-hari, Gunung satu ini hanya perlu waktu sekitar 1-2 jam saja untuk mencapai puncaknya, sangat singkat bukan?

Yaa.., Gunung ini bernama Genung Lembu. Terletak di desa Panyindangan, Purwakarta, Jawa Barat. Tidak sulit untuk mencapai Gunung Lembu dari Jakarta. Anda hanya perlu kearah Sadang, Purwakarta. Sesampainya di sana tinggal menuju arah Ciganea dilanjutkan ke Pasar Anyar. Jangan malu bertanya kepada penduduk sekitar di Pasar Anyar karena dengan segera anda akan diberikan petunjuk menuju Gunung Lembu.

Gunung Lembu sendiri berada sejajar dengan Gunung lainnya seperti Gunung Bongkok dan Gunung Parang. Khusus untuk Gunung Parang namanya sudah lebih dulu tenar dikalangan para pecinta panjat tebing, karena Parang memiliki bagian Gunung (tebing) paling ekstrem bahkan disebut-sebut No.2 terekstrem di benua Asia.

Kita kembali ke Lembu. Gunung ini sendiri dinamakan Lembu oleh warga sekitar karena bentuknya dari jauh mirip seperti Lembu. Tidak terlalu tinggi memang Gunung ini, hanya memiliki ketinggian 750,2 mdpl.

Tapi anda jangan sekali-kali memandang sebelah mata si Lembu ini. Pesona yang ditawarkannya saat anda menjejaki langkah di puncak Gunung begitu spektakuler.

Anda akan disuguhi kecantikan dari bendungan rakasasa Jatiluhur yang terlihat seperti laut berikut dengan keramba ikan yang berjejer rapih layaknya kapal-kapal. Tidak sampai disitu, deretan bukit dan pegunungan di sekeliling bendungan menambah eksotisnya pemandangan. Tidak berlebihan jika anda berdiri dipuncak Lembu anda seperti sedang berdiri di tanah Nusa Tenggara yang terkenal dengan keunikan tekstur datarannya, tapi disini ditambah dengan kehadiran bendungan Jatiluhur yang megah.

Keindahan Lembu tidak hanya ditawarkan pada pagi hingga sore hari. Karena pada malam hari Si Lembu ini masih tidak berhenti menjajakan keindahannya. Jejeran keramba ikan di Jatiluhur akan mulai menyalakan lampunya yang membuat bendungan ramai dipenuhi kerlap-kerlip cahaya. Belum lagi pemandangan lampu-lampu kota Purwakarta yang terpendar indah dari kejauhan, ditambah dengan taburan bintang dilangit yang tak terhitung jumlahnya. Sungguh pemandangan yang tidak disangka bisa didapatkan di sekitar perkotaan.

"Saya sengaja datang kesini setelah melihat Lembu dari puncak Bongkok, ternyata memang keindahannya patut diacungi jempol, apalagi tidak terlalu jauh dari Jakarta, jadi benar-benar pas lah untuk alternatif wisata gunung" kata Astie salah satu pengunjung Gunung Lembu dari Jakarta.

Untuk sampai dipuncak yang dinamakan”Batu Lembu” jalurnya memang tidak terlalu sulit, hanya saja saat tiba di puncak anda disarankan untuk berhati-hati karena tekstur batu yang bisa berubah licin jika terkena air. Warga sekitar Gunung yang secara sukarela membuka jalur pendakian pun memberikan beberapa tali pengaman untuk memastikan keselamtan pengunjung yang ditempatkan dibeberapa titik termasuk di puncak.

Berbicara soal kebersihan pastinya menjadi fokus utama selain keindahan yang ditawarkan Gunung Lembu, terutama ditengah boomingnya kegiatan pendakian Gunung seperti sekarang ini.

Beruntung Gunung Lembu memiliki warga sekitar yang sangat peduli dengan kebersihan. Warga sekitar Gunung bergantian menjadi Ranger di beberapa titik di sepanjang jalur pendakian.

“Tugasnya ya menjamin keselamatan pengunjung, kemudian memastikan kebersihan. Jika ada sampah berceceran kami angkat dan bawa turun, tapi kami juga tidak lupa memperingati pengunjung untuk membawa turun sampah mereka” jelas Indra salah satu ranger Gunung Lembu.

Menurut Indra yang juga seorang peneliti dari salah universitas di Purwakarta, Gunung Lembu awalnya adalah tempat penelitian Ia dan rekannya. “Tapi seiring berjalan waktu disini mulai banyak berdatangan, jadi dari pada tidak ada yang mengatur alur masuk pendakian takut terjadi hal-hal tidak diiginkan sekalian saja kita jaga bersama Gunung ini biar bisa dinikmati keindahannya dengan nyaman,” papar Indra saat ditemui tim PINews.com di Gunung Lembu beberapa waktu lalu.

Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, harus diakui pengelolaan Gunung Lembu meskipun masih sebatas sukarela dari masyarakat justru sangat baik dan terorganisir. Untuk biaya simaksi atau registrasi pendakian sendiri tidak dipatok harga pasti hanya seikhlasnya, namun itu tidak lantas membuat penjagaan kendor karena setiap ranger dibekali peralatan mumpuni layaknya petugas di taman nasional.

Indra pun menjamin Gunung Lembu akan berbeda dengan gunung-gunung lainnya yang sudah terlanjur tercemar dengan komersialisasi berlebihan. “Tidak ada persaingan diantara para warga, semua sukarela dan bisa dijamin tidak aka nada komersialisasi berlebihan nantinya di Lembu” papar Indra percaya diri.

Semoga saja apa yang dijanjikan Indra dan warga sekitar Gunung Lembu tidak hanya sebatas janji. Keindahan Gunung Lembu patut untuk diketahui masyarkat, tapi tentu dengan pengelolaan yang bertanggung jawab yang harus terus mengawal keindahan Gunung Lembu.

Editor: RI