Flu Babi Akibatkan 44 Orang Meninggal di Mesir
Credit by: Vaksinasi flu babi gencar dilakukan di Mesir untuk mengurangi penyebaran virus itu.(Istimewa)

Jakarta, PINews.com - Jumlah orang yang meninggal akibat flu babi di Mesir sejak awal Desember 2013 telah mencapai 44. Virus A/H1N1, yang dikenal sebagai "flu babi", telah "dikategorikan sebagai influenza musiman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2010", kata kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir Ahmed Kamel, Kamis.

Kamel mengatakan rumah sakit kementerian itu pada musim dingin tahun ini menerima 577.183 kasus dugaan influenza, 24 persen di antara mereka positif.

"Hanya 342 dari mereka dikonfirmasi terserang virus H1N1 dan 44 di antara mereka meninggal," kata Kamel seperti dilansir Xinhua.

"Itu hanya sejenis influenza musiman yang dampakanya lebih kuat pada orang yang memiliki resiko tinggi seperti penderita penyakit kronis, orang yang mengalami kemerosotan kekebalan tubuh, orang yang berusia lebih dari 65 tahun, anak-anak yang berusia di bawah dua tahun, perempuan hamil dan lain-lain," Kamel menjelaskan. 

Ia menyatakan 74 persen dari ke-44 orang yang meninggal adalah kasus serupa.

Ia juga membantah laporan bahwa sebagian dokter meninggal sewaktu mereka menangani pasien A/H1N1. "Satu-satunya anggota tim medis yang belum lama ini meninggal akibat virus H1N1 adalah seorang perawat di satu rumah sakit di Gubernuran Qalioubiya di Kairo Utara," katanya.

Kamel juga kembali meyakinkan bahwa Kementerian Kesehatan memiliki simpanan strategis Tamiflu, obat anti-virus H1N1. "Perusahaan farmasi kehabisan obat itu akibat kepanikan masyarakat, tapi obat itu tersedia buat setiap pasien secara gratis di rumah sakit Kementerian Kesehatan."

Penyakit tersebut mulai menyerang dengan gejalan seperti influenza, lalu mengalami kemajuan jadi radang paru-paru, dan dalam beberapa kasus, kegagalan organ.

Pemerintah Mesir membunuh sebanyak 300.000 babi pada 2009, ketika virus itu pertama kali menyebar di negara dengan penduduk paling padat di negara Arab tersebut.

Namun, juru bicara itu mengatakan pada Kamis penyakit tersebut tak memiliki hubungan dengan babi, tidak seperti yang diperkirakan banyak orang Mesir.

Sumber : Antara

Editor: Rio Indrawan