Ini yang Jadi Kekhawatiran Pengusaha SPBU Saat Sistem RFID Berlaku

Penulis: Virgiawan - Waktu: Rabu, 15 Januari 2014 - 01:45 AM

Jakarta -Rencana pembatasan pembelian BBM subsidi dengan sistem RFID membuat khawatir pengusaha SPBU. Pelaksanaan sistem RFID di lapangan berpotensi memicu kemarahan masyarakat. 

Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan, pengusaha SPBU masih mengkhawatirkan dampak sosial apabila Pertamina menerapkan sistem RFID dan pembatasan BBM subsidi.

"Kami takutnya kondisi di lapangan, kalau RFID diterapkan, orang yang mau isi BBM kalau nggak ada terpasang RFID di kendaraannya nggak bisa isi BBM, apalagi kalau orang mau isi BBM subsidi nanti dibatas-batasin, kami khawatir masyarakatnya marah, kita kan yang di lapangan. Makanya kami berharap pemerintah dan Pertamina dapat antisipasi itu," ucap Eri ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (13/1/2014).

Eri menambahkan secara prinsip para pengusaha SPBU akan mendukung semua apa yang ingin dilakukan pemerintah, jika tujuannya memang untuk menghemat anggaran dan BBM bersubsidi tepat sasaran.

"Kita setuju dan dukung semua kebijakan pemerintah, termasuk jika ingin dibatasi konsumsi BBM subsidi, asalnya sepanjang itu tidak membebani pengusaha SPBU, tidak ada tambahan biaya, bukan investasi pengusaha SPBU," ujarnya.

Eri mengakui sampai saat ini konsumsi BBM subsidi mulai sedikit menurun, yang dapat dilihat dari kuota BBM subsidi 2013 yang masih di bawah kuota.

"Sekarang saja konsumsi masih turun, efek kenaikan harga BBM lalu masih terasa," katanya.

Editor: Ade Rizki Saputra