Pertagas Dorong Pertanian Semi Organik Bagi Masyarakat Kutai Timur

Penulis: Hermawan - Waktu: Rabu, 20 Juli 2022 - 16:29 PM

KUTAI TIMUR - Sub Holding Gas Pertamina, melalui afiliasinya, PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area (Pertagas OKA) berikan pelatihan dan pendampingan Implementasi Demonstration Plot (Demplot) Pertanian Semi Organik TAMAN Sidrap bersama kelompok binaan di Desa Martadinata Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman secara langsung melalui percontohan penerapan pertanian hortikultura yang dapat mengurangi biaya operasional petani dan memperbaiki kondisi tanah yang sudah terkontaminasi banyak bahan kimia. Penerapan pertanian semi organik juga membantu tanah mendapatkan nutrisi secara alami.

Pelatihan diiikuti oleh 20 anggota dan pengurus Kelompok Tani Permata Jaya. Hadir selaku narasumber Dwi Dally Mulyanto yang merupakan penggiat pertanian organik dan Konsultan  dari Bontang

Elok Riani Ariza, Manager Communication Relation & CSR Pertagas, menuturkan dalam pelatihan ini petani Desa Martadinata diperkenalkan dengan produk pertanian semi organik, serta cara penggunaan alat destilator asap yang merupakan inovasi Pertagas dan mitra binaan yakni kelompok tani Permata Jaya.

Destilator karya kolaborasi ini dibuat dengan memanfaatkan material limbah non B3 SKG Bontang Pertagas dan mampu mengubah asap cair menjadi pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani.

“Melalui pelatihan dan Demplot ini petani mendapatkan contoh nyata proses budidaya pertanian semi organik, harapan kami kedepan  petani dapat mengadopsi informasi, teknologi, ilmu, dan keterampilan yang di dapat pada pelatihan ini," kata Elok (20/7).

Sutrisno, Kepala Desa Martadinata,  mengapresiasi kegiatan ini yang diharapkan bisa meningkatkan pendapatan para petani. “Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pertagas di Sidrap ini sangat berguna untuk para petani. Subtitusi pupuk kimia dengan pupuk semi organik tentunya akan membantu para petani dalam menekan biaya pertanian. Peran Pertagas pun bukan sekedar memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan  untuk memastikan petani dapat memaksimalkan ilmu yang telah didapat”, ujar Sutrisno.

Pelatihan dilaksanakan bertahap selama dua hari yakni pada Sabtu (16/7) dan Senin (18/7), kegiatan pembekalan materi dan implementasi demplot langsung dilakukan  dilahan pertanian milik kelompok tani Permata Jaya Desa Martadinata.

 

Editor: Alam