Inovasi Pertamina EP, Buat Piranti Lunak Secara Mandiri Hemat Rp14 Miliar

Penulis: L Hermawan - Waktu: Senin, 28 Oktober 2019 - 21:12 PM
Credit by: dudi rahman/VDE

Jakarta, PINews.com - PT Pertamina EP (PEP) anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu memastikan inovasi akan terus didorong sebagai bagian dari salah satu strategi efisiensi perusahaan.Nanang Abdul Manaf, Direktur Utama Pertamina EP mengungkapkan kondisi lapangan yang dikelola berumur tua sehingga ongkos atau biaya pengelolaan juga dipastikan tinggi. Untuk menekan biaya tersebut inovasilah yang dibutuhkan.

Salah satu inovasi efisiensi dilakukan saat menuntaskan pekerjaan perawatan menyeluruh (Turn Around/TA) fasilitas produksi gas Central Processing Plant CPP) Gundih di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pengerjaan perawatan itu lebih cepat dari jadwal sehingga ada efisiensi mencapai Rp12,4 miliar.

Inovasi lainnya adalah pembuatan aplikasi khusus untuk mendukung kegiatan operasional di Lapangan Rimau wilayah Aset 1 yakni dengan inovasi membangun sistem yang dulu kalau buat program untuk di gas plant.

"Buat software butuh vendor harganya tidak kira-kira itu bisa Rp14 miliar kemarin kami punya tenaga muda baru kita rekrut kami didik enam bulan, punya keberanian knowledge bisa bangun software sendiri biayanya makan malam , kopi snack, dan lain-lain itu bisa buat program untuk diterapkan satu plant di lapangan Rimau," ujar Nanang dalam diskusi bersama Editor Energy Society (E2S) di Jakarta, Rabu (23/10).

Menurut Nanang, dalam sebuah perusahaan harus memiliki kreatifitas dan inovasi karena tanpa hal tersebut sebuah perusahaan bisa tertinggal dari perusahaan lainnya. “Sebuah perusahaan yang tidak memiliki inovasi, dalam setahun saja bisa tertinggal seolah-olah selama 10 tahun. Maka untuk itu, saya berpesan kepada para insan mutu untuk terus kreatif dan inovatif,” jelas Nanang.

Pertamina EP baru saja menggelar Improvement Inovation Award 2019. Dalam acara tersebut ragam inovasi sukses dihasilkan misalnya Penerapan konsep gelinciran batuan ultrabasa pada area Tangkasi,  Offshore Sulawesi yang diusung gugus PC-PROVE ULTRAMAN.

Nanang menjelaskan strategi perusahaan untuk menahan laju penurunan produksi dilakukan melalui pengeboran step out dan Enhanced Oil Recovery (EOR) pada tahapan pengembangan agar dapat meningkatkan laju produksi di setiap Lapangan. Selain itu, kondisi penurunan produksi menghadapkan para eksplorasionis dituntut untuk menemukan cadangan baru dengan konsep lama ataupun konsep baru“Improvement  ini menghasilkan konsep atau inovasi baru di area offshore Sulawesi Pertamina EP yang bermanfaat dalam proses eksplorasi prospek hidrokarbon yang baru di area yang sudah lama. . Ini merupakan hasil nyata dari integrasi geologi, geofisika, geokimia, dan reservoir. Inovasi ini membuktikan bahwa diperlukan konsep baru untuk mengevaluasi area yang lama ‘New Data, NewIdeas Brings New Oil’,” kata Nanang.

Editor: Dudi Rahman