Seperti Apa Pelaksanaan Haji 2017, Ini Hasil Survey BPS

Penulis: ES - Waktu: Rabu, 1 November 2017 - 11:57 AM
Credit by: Dok. bps.go.id

Jakarta-PINews.com,-Pelaksanaan Haji tahun 2017 sudah berjalan. Bagaimana kesan pelaksanaan haji tahun 2017.  Survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menyimpulkan bahwa Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi pada tahun 1438 H/2017 M  sebesar 84,85 persen. Itu berarti masuk dalam kategori “Memuaskan”. IKHJI ini merupakan yang tertinggi selama periode 2010-2017dan meningkat 1,02 poin dibanding hasil survei tahun lalu.

“IKJHI sebesar 84,85 persen artinya Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan semua unsur yang terlibat telah mampu mengakomodasi 84,85 persen harapan jemaah haji Indonesia terhadap pelayanan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi,” demikian Kepala BPS Suhariyanto dalam konperensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (1/11) pagi.

Tidak hanya itu dibanding tahun lalu ada kenikan sebesar 1,02 poin. Kenaikan ini seiring dengan berbagai upaya Pemerintah Indonesia meningkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas terhadap pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada jemaah haji Indonesia.

Sejauh ini standar pelayanan kepada setiap jemaah haji Indonesia menurut jenis pelayanan yang diberikan adalah sama. Akan tetapi, karena adanya perbedaan jenis dan sifat pekerjaan yang dilakukan indeks kepuasan yang diperoleh per jenis pelayanan berbeda-beda.

Kenaikan indeks kepuasan tertinggi terjadi pada pelayanan Transportasi Bus Antar Kota (naik 3,11 poin) disusul kenaikan pada pelayanan Bus Sholawat (naik 2,18 poin), dan pelayanan Hotel di Mekkah dan Madinah (naik 1,75 poin).

Sedangkan penurunan tertinggi indeks kepuasan terjadi pada pelayanan Transportasi Bus Armina (turun 1,76 poin), disusul berturut-turut oleh pelayanan Tenda di Armina (turun 1,75 poin) dan pelayanan Katering di Armina (turun 0,19 poin).

Terkait penurunan pelayanan Tenda di Arafag, Muzalifah, dan Mina atau Armina itu antara lain disebabkan karena kesesuaian ukuran/kapasitas tenda dengan jumlah jemaah haji per tenda (turun 6,60 poin), cara pengaturan/penempatan jemaah haji di tenda (turun 4,44 poin), dan kenyamanan dan kebersihan tenda yang ditempati (turun 3,38 poin).

Meski demikian secara umum perbaikan pelayanan tenda di Arafah memperoleh apresiasi yang positif dari jemaah haji. Sebaliknya, bertambahnya kuota jemaah haji reguler Indonesia belum diimbangi dengan pertambahan jumlah tenda yang memadai di Mina.

“Sehingga, secara keseluruhan jemaah haji merasa belum puas dengan pelayanan tenda di Armina,” pungkas Suhariyanto.

Editor: ES