Owa Jawa Masih Terancam Punah, Pertamina EP Kembali Lanjutkan Program Konservasi

Penulis: Indra - Waktu: Rabu, 5 Agustus 2015 - 10:16 AM
Credit by: Owa Jawa (Ist)

Sukabumi,PINEws.com - Indonesia sudah sangat dikenal dengan keanekaragaman hayatinya di dunia. Namun di sisi lain banyak hayati yang hidup di tanah air sudah dikategorikan terancam punah. Inilah yang sedang dialami Owa Jawa. Hewan endemik sejenis monyet yang memiliki habitat asli di Pulau Jawa.

Upaya untuk menyelamatkan Owa Jawa melalui berbagai program pelestarian pun dilakukan PT Pertamina EP.

Tindakan nyata anak perusahaan Pertamina ini pun ditunjukkan melalui kerja sama antara PT Pertamina EP Subang Field dengan Yayasan Owa Jawa (YOJ). PT Pertamina EP sendiri telah melakukan tiga kali kerja sama dengan YOJ.

Hingga saat ini YOJ mencatat Owa Jawa yang tersisa berjumlah 400-500 ekor. Mereka saat ini hidup di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.

Komitmen untuk terus ikut tumbuh bersama lingkungan ditunjukkan PT Pertamina EP dengan menandatangani kesepakatan kerjasama konservasi dan rehabilitasi Owa Jawa yang ketiga kalinya untuk periode 1 Juli 2015 hingga 30 Juni 2016 dengan YOJ yang dilakukan di Hotel Lido Lake Resort, Jawa Barat pada Selasa (4/8/2015).

Sebelumnya kerja sama pertama kali ditandatangani pada pada 1 September 2013 dan dimulai dengan mendirikan pusat konservasi dan rehabilitasi di Javan Gibbon Center, kawasan Bodogol, Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Kerjasama pun berlanjut ke tahap kedua yang ditandatangani pada 1 April 2014.

VP Corporate Commmunication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro mengungkapkan program konservasi Owa Jawa sangat layak untuk terus dilanjutkan. Tidak hanya Owa Jawa yang direhabilitasi tetapi masyarakat sekitar hutan juga diberikan edukasi tentang pentingnya hidup bedampingan dengan Owa Jawa dan peran penting masyarakat untuk menjaga kelestarian hewan menggemaskan ini.

“Selama kerja sama berlangsung telah dilakukan rehabilitasi sebanyak 28 individu Owa Jawa dan pelepasliaran enam individu ke habitat aslinya” tutur Wianda.

Ketua pengurus YOJ, Noviar Andayani menyatakan apa yang dilakukan PT Pertamina EP patut diapresiasi. Ia pun menjelaskan bentuk kegiatan konservasi yang telah dilakukan.

“Bentuk konservasi antara lain rehabilitasi Owa Jawa, restorasi ekosistem Owa jawa, pendidikan dan penyadaran konservasi serta pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan” papar Noviar.

Konservasi dan rehabilitasi yang dilakukan PT Pertamina EP menurut YOJ memang sangat penting, pasalnya menurut data International Union for Consrvation of Nature (IUCN) pada 2008 tingkat kepunahan Owa Jawa termasuk dalam kategori yang sangat tinggi.

Editor: RI