Puluhan Pemuda Papua Akan Dibina Menjadi Pemain Sepakbola Profesional Di Eropa
Credit by: Ilustrasi. para pemain Persipura asal Papua selalu menjadi tim papan atas penyelenggaraan kompetisi di Indonesia (Ist)

Papua, PINews.com - Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan prestasi olahrag khususnya sepakbola. Berbagai formula pembinaan dijalankan dengan cara pembinaan ke luar negeri terus dijalankan, tapi hasilnya masih nihil.

Sudah banyak bibit-bibit muda yang bersinar dengan melanglang buana menjuarai berbagai kejuaraan dunia semuanya seakan hilang ditelan bumi ketika memasuki umur profesional.

Tidak adanya pembinaan yang serius membuat para generasi emas yang diproyeksikan untuk membawa sepakbola Indonesia ketingkat internasional seakan berjalan di tempat dan lagi-lagi hanya bermain di dalam negeri.

Politisasi dan terlalu mementingkan golongan juga menjadi biang keladi kemunduran sepakbola Indonesia yang terjadi sekarang ini.

Kini titik cerah coba diusung oleh para mantan pemain Persipura Jayapura dengan membentuk Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP) yang bekerja sama dengan Reliv Christa Fc Holandia Papua Indonesia.

Nantinya akan diseleksi 30 pemain asal Papua untuk dibina dan dilatih menjadi pemain profesional di Eropa.

“Dari 500 lebih pemain muda Papua yang ikut seleksi, kini yang terjaring tinggal 165 pemain. Pada pekan depan akan dilakukan seleksi tahap akhir untuk menentukan 30 pemain yang akan berangkat ke Belanda," kata Wakil Ketua AMPP Nico Dimo seperti dilansir kantor berita Antara.

Para pemain yang berusia antara 17-19 tahun ini akan diboyong ke markas klub elit Belanda sekaligus klub dengan akademi terbaik di dunia, Ajax Amsterdam selama enam bulan guna mengikuti latihan.

“Jadi setiap hari setelah tiba di Belanda, pemain muda Papua akan berlatih. Dan tiap Jumat dan Sabtu, akan uji tanding dengan klub-klub elit di Eropa, seperti Ajax, PSV Eindohoven, Real Madrid dan Barcelona," jelas Nico.

AMPP dengan Reliv Christa Fc bekerjasama dengan AFA Sport Management Netherland, salah satu organisasi sepak bola yang diakui oleh KNVB (PSSI-Belanda) dan FIFA.

Semoga saja niat baik para mantan pemain “Mutiara Hitam”didukung dan menjadi jalan keluar mandeknya prestasi sepakbola nasional.

Harapan dan optimisme tinggi diemban para pemuda Papua nantinya, seperti kita ketahui para pemain Papua dianggap memiliki kemampuan diatas rata-rata pemain lainnya di Indonesia. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemain kunci di Timnas maupun di level klub yang berasal dari tanah Papua.

Editor: RI